Mensos Datangi Anak-anak Yang Tinggal Dekat Rel KA

- 6:55 PM
advertise here
advertise here
Anak-anak yang tinggal di kawasan kumuh dan pinggir rel membuat Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri prihatin. Dia berharap, mereka mau pulang kampung.

“Kasihan tumbuh kembang anak-anak tersebut, karena tidak sehat. Sudah tinggal di gubuk beralasan plastik dan beratap terpal, keselamatannya juga tidak terjamin karena rawan tertabrak kereta,” ujar Salim saat inspeksi mendadak ke gubuk warga di pinggir rel kereta api kawasan Jati Bunder, Pejompongan, Jakarta Pusat, Minggu malam.

Kedatangan Mensosuntuk melihat langsung kondisi warga terutama anak-anak yang tinggal di kawasan kumuh tersebut. Mensos juga ingin mengecek langsung bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).

“Saya memerintahkan pekerja sosial untuk berdialog dengan masyarakat, dan pemerintah daerah, juga untuk mencari solusi terbaik agar mereka mau pulang kampung. Tetapi jangan dipaksa,” kata Mensos.

PKSA, lanjutnya, merupakan bantuan yang dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, aksesibilitas pemenuhan pelayanan sosial dasar dan penguatan tanggung jawab orang tua serta penguatan peran lembaga sosial anak.

Berdasarkan data tahun 2010, bantuan diberikan kepada anak balita terlantar (1.405 anak), anak terlantar ( 135.014 anak), anak jalanan (6.173 anak), anak berhadapan hukum (430 anak), anak dengan kecacatan (2.041 anak), dan anak yang memerlukan kebutuhan khusus (2.258 anak).

Mensos mengatakan untuk PKSA dianggarkan lebih dari Rp250 miliar yang akan didistribusikan di 33 provinsi dan melalui dana dekonsentrasi sebesar Rp 20 miliar. “Dana ini harus benar-benar sampai pada anak yang menjadi sasaran program,” tegas Mensos.(poskota)
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search