Kelompok Islam Mesir Siap Kerahkan Jutaan Massa-nya Kembali

- 8:39 PM
advertise here
advertise here
Kelompok Umat Islam Mesir berencana akan melakukan demonstrasi besar-besaran kembali pada 30 Juni mendatang. Demonstrasi ini merupakan bentuk dukungan untuk Presiden Mesir, Muhammad Mursi. Dan Juga sebagai pembentukan sebuah “Mahkamah Hakim” sendiri.

Tujuan pembentukan “Mahkamah Hakim” ini adalah untuk melindungi berbagai fasilitas negara dan juga melawan berbagai potensi kekerasan yang dilakukan oleh kubu sekuler dan penentang presiden Muhammad Mursi.

Sementara itu, gelombang protes kubu Sekuler dan penentang Mursi. Terus menuntut agar pemerintah Mesir melakukan pemilu presiden lebih awal, sebagaimana satu tahun Presiden Mursi menjabat sebagai kepala negara Mesir.

Lantaran Kubu sekuler penentang Presiden Mursi terus

melakukan aksinya, umat Islam merespon dengan merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran kembali untuk mendukung presiden Mursi.

Safwat Abdel Ghani, tokoh Jamaah al-Islamiyah. Mengatakan bahwa protes pada tanggal 30 Juni nanti akan berlangsung damai, seperti jutaan massa yang mendukung Presiden Mursi pada tahun lalu. Akan tetapi, kelompok umat Islam tetap akan melindungi diri jika nantinya mereka diserang oleh kelompok sekuler Mesir.

"Jika kita diserang, kita akan melindungi diri kita sendiri. Kami tidak akan membiarkan legitimasi dari Dr Muhammad Mursi sebagai Presiden diacak-acak oleh kaum sekuler," ungkapnya tegas.

Ia menambahkan bahwa jika kekacauan telah melanda di seluruh Mesir, maka kelompok umat Islam akan siap mengamankan berbagai lembaga negara dan fasilitaas penting terhadap perusakan dan perampokan yang dilakukan oleh preman juga pendukung kekerasan.

Khaled Saeed, juru bicara resmi untuk Salafi Mesir, mengatakan bahwa mereka siap juga untuk memerangi para preman jalanan dan pencuri yang memanfaatkan aksi protes untuk merampok.

Menurutnya, kelompok umat Islam siap untuk membentuk layanan panggilan darurat guna dipublikasikan selama protes guna memberikan bantuan kepada warga yang terancam bahaya.

"Dan para penjahat nantinya akan diserahkan pada polisi atau militer," tambahnya. (suaranews)
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search