Larangan Tidur Telanjang Dalam Islam

- 6:45 PM
advertise here
advertise here
Media-media sekuler seperti metrotvnews.com, aktual.co, dkk rupanya tidak tahu malu untuk aktif mengkampanyekan hal-hal yang aneh dan nyleneh yang bahkan menyelisihi adab-adab yang diajarkan dalam kehidupan umat Islam.

Bukankah ini menunjukkan bahwa mereka ingin supaya masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah Muslim agar meninggalkan jati dirinya sebagai seorang Islam dan mengikuti kebiasaan orang sekuler liberal yang memiliki paham kebebasan sebebas-bebasnya serfta jauh dari agama?

Diantara adab seorang Muslim adalah tidak telanjang bulat ketika tidur. 

Pada saat tidur tidak boleh telanjang berdasarkan hadits berikut : “Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa”. (HR. Muslim).

Hukum tidur telanjang/bugil makruh dan tergolong perkara yang dapat menyebabkan kefakiran
وأخرج البزار عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله ينهاكم عن التعري فاستحيوا من ملائكة الله الذين معكم الكرام الكاتبين الذين لا يفارقونكم إلا عند إحدى ثلاث حاجات : الغائط والجنابة والغسل
Dari Ibn Abbas ra, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk telanjang maka merasa malulah pada para malaikat Allah yang senantiasa bersama kalian, pada malaikat al-kiraam al-kaatibiin yang tiada berpisah dari kalian kecuali saat tiga kondisi, buang hajat, janabat dan mandi”. (HR. Al-Bazzaar).

Abdurrahman Bin Kamal jalaluddin as-suyuthi ‘AD-DURR AL-MANTSUUR VIII/448
Dalam Kitan Ta’lim al-Muta’allim disebutkan :

والنوم عريانا.... كل ذلك يورث الفقر
Tidur telanjang... kesemuanya dapat mendatangkan kefakiran.......

Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam ada bersabda, maksudnya:
diriwayatkan oleh Bahz bin Hakim daripada bapanya daripada datuknya, maksudnya:
“Dia berkata: “Saya bertanya: “Wahai Rasulullah! (Kepada siapakah) dari ‘aurat kami boleh kami perlihatkan dan (kepada siapa) kami hindarkan?”
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
“Peliharalah ‘aurat kamu melainkan dari isteri kamu atau hamba sahaya perempuan kamu.”
Dia berkata: “Saya bertanya: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pula jika ada orang-orang berhimpun sebahagiannya dengan sebahagian yang lain?”
Rasulullah S.A.W bersabda:
“Jika kamu berupaya (membuat) seseorang tidak akan melihat ‘aurat kamu, maka janganlah orang itu melihatnya.”
Dia berkata: “Saya bertanya: “Bagaimana pula jika seseorang itu bersendirian?”
Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
“Allah itu lebih berhak untuk dirasa malu daripada manusia.”
(Hadis riwayat Abu Daud)

Wallahu A'lamu Bis showaab.
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search