Lupakan Esemka, Jokowi Pilih Proton Mobil Rongsok Malaysia

- 4:42 PM
advertise here
advertise here
Jakarta - Presiden Jokowi sudah melupakan Esemka--mobil rakitan buatan Solo--mobil politik yang turut mengantarnya menuju kursi RI 1. Soalnya, Jokowi lebih memilih Proton sebagai mobil nasional.

Proton, sebentar lagi akan punya mobil nasional baru. PT Adiperkasa Citra Lestari, perusahaan yang dipimpin mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono, menggandeng perusahaan otomotif asal Malaysia, Proton Holding Berhad, untuk mengembangkan mobil nasional.

Proton adalah pemain industri otomotif Malaysia yang didirikan pada 7 Mei 1983. Pencetusnya adalah Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad. Nama Proton adalah singkatan dari Perusahaan Otomotif Nasional Sendirian Berhad. Proton merupakan perusahaan produsen mobil pertama di Negeri Jiran itu. Kantor pusatnya ada di Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Menurut data yang dilansir dari Paultan.org, Minggu 8 Februari 2015, Proton yang kini tidak lagi dimiliki pemerintah Malaysia, sempat menjadi produk favorit, lebih dari satu dekade lalu. Dalam beberapa forum kaskus, topix, orang Malaysia sendiri menyebut Proton sebagai mobil rongsok.

Hal itu terbukti, pangsa pasar Proton yang tidak mampu menembus lebih dari setengah total penjualan mobil di Malaysia, tepatnya 53 persen. Sayangnya, kesuksesan itu tidak bisa dipertahankan, dan angka penjualan Proton makin merosot setiap tahunnya.

Menurut data yang diungkap saat penyelenggaraan Malaysia Automotive Institute (MAI) Review an Insight 2014/2015, awal Januari 2015 lalu, terungkap bahwa pangsa pasar Proton saat ini hanya 17,4 persen.

Alasan dari turunnya pangsa pasar ini adalah karena kurang agresifnya mobil nasional Malaysia tersebut mengeluarkan model dan varian baru, sementara kompetitornya, yang berasal dari Jepang, agresif menawarkan bentuk mobil baru.

Hingga saat ini, Proton hanya memiliki tiga jenis mobil, yakni sedan, hatchback dan Multi Purpose Vehicle (MPV). Jenis MPV Proton, yaitu Exora, juga kurang mendapat antusiasme tinggi, baik dari masyarakat Malaysia maupun Indonesia.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Elnino Husein Mohi mempertanyakan mengapa bukan Esemka yang dikembangkan dengan serius sebagai bagian dari program besar Low Cost Green Car.

"Yang bikin Pak Joko sangat ngetop sewaktu jadi wali kota Solo itu adalah mobil Esemka. Waktu itu Jokowi mewakili rasa rindu rakyat yang ingin punya mobil 100% Indonesia. Ketika jadi presiden yg punya kewenangan sangat besar, Jokowi seperti lupa kacang akan kulitnya. Lupa dengan Esemka," ujarnya.(harianterbit)
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search