Pasukan Rezim Nushayriyah Assad Bantai 48 Warga Sipil, Termasuk 10 Anak-anak di Hardatnin Aleppo

- 7:56 AM
advertise here
advertise here
Aleppo- Pasukan rezim Bashar Al-Assad membantai 48 warga sipil, termasuk 10 anak-anak di desa Hardatnin di Aleppo di utara Suriah, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisi Umum Revolusi Suriah pada hari Sabtu (22/2/2015).

Pasukan rezim Nushayriyah Assad dan sekutunya dari Syi'ah Hizbullat dan Garda Revolusi Syi'ah Iran membantai 48 warga sipil dengan tembakan atau penyembelihan para korban sebelum terpukul mundur dari desa itu pada Jum'at malam. Para korban tersebut termasuk wanita dan anak-anak. Para korban pembantaian itu ditemukan setelah pejuang oposis Suriah secara penuh menguasai desa Hardatnin pada hari Sabtu, menurut pernyataan tersebut.

Pejuang oposisi membebaskan 150 warga sipil yang ditangkap oleh pasukan pro-rezim Assad yang dikumpulkan di sebuah sekolah di desa itu.

Sebuah rumah sakit lapangan mendokumentasikan daftar nama dari 48 korban.

Mustafa Sultan, seorang aktivis lokal di daerah, mengkonfirmasikan jumlah korban tewas mengatakan bahwa pasukan rezim Assad yang didukung oleh Syi'ah Hizbullat Libanon membunuhi warga sipil sebelum kabur dari daerah tersebut menyusul serangan balik dari pejuang oposisi.

Sembelih puluhan orang di desa Ratyan

Rezim Assad dan komplotan Syi'ah-nya kerap melakukan berbagai pembantaian terhadap warga sipil Sunni Suriah sejak 2011 lalu.

Pembantaian terbaru di Hardatnin adalah yang ke dua dalam sepekan sejak koaliasi Syi'ah Assad melakukan ofensif gagal terhadap wilayah-wilayah oposisi di provinsi utara Aleppo.

Sebelumnya pada hari Selasa, pasukan rezim Suriah dan milisi Syi'ah pro-Assad menyembelih puluhan warga sipil Sunni di desa Ratyan, di pedesaan utara Aleppo, di Suriah utara, sumber-sumber lokal melaporkan.

"Setelah mereka merebut kendali desa Ratyan, pasukan militer pro-Assad yang didukung oleh milisi Syi'ah Hizbullat Libanon dan milisi Garda Revolusi Syi'ah Iran telah menyembelih setidaknya 30 warga sipil, serta melukai lebih dari seratus orang di desa itu," aktivis hak-hak sipil Imad Hussein mengatakan kepada ARA News. "Para korban dibantai dengan pisau."

Para korban ditemukan setelah pasukan oposisi merebut kembali desa itu dan memukul mundur dan mengusir pasukan pro-Assad dari desa itu dan wilayah sekitarnya.

Ofensif terhadap wilayah-wilayah oposisi di provinsi utara Aleppo yang bertujuan memotong rute pasokan utama pejuang oposisi dari Turki ke timur dari kota Aleppo oleh pasukan pro-Assad sejauh ini telah gagal menyusul serangan balik dari mujahidin dan juga bantuan "tentara" berupa badai yang melanda.

Kegagalan ini dan banyaknya korban jiwa di pihak rezim Assad tampaknya membuat mereka bertambah murka dan semakin membabi-buta sehingga menjadikan warga sipil sebagai pelampiasan kemarahan mereka. (an/voa-islam)
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search