Penjajah Zionis Berupaya Bagi Masjidil Aqsha Untuk Kaum Yahudi

- 7:15 PM
advertise here
advertise here
Al-Quds - LSM Palestina menganggap statmen Menteri Perumahan Zionis, Ory Ariel dalam siaran radio zionis bahwa tahun ini kaum yahudi akan mendapatkan hak keagamaan mereka di bukit Haikal (Masjidil Aqsha), sebuah pernyataan ekstrim resmi pemerintah zionis untuk membagi Al-Aqsha, dan menjadikannya sebagai tempat ibadah yahudi di tahun ini.

LSM Palestina mengingatkan, para tokoh yahudi berupaya membangun kuil yahudi di kawasan Masjidil Aqsha, yang akan digunakan untuk sembahyang warga yahudi, sebagai permulaan untuk membangun kuil mitos.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Rabu (4/2) LSM menegaskan, penjajah zionis terus melanjutkan kebijakan yahudisasi di kota Al-Quds, khususnya Masjidil Aqsha.

Pernyataan Menteri Perumahan Zionis, merupakan deklarasi ekstrim rencana dan tujuan besar Israel terhadap Masjidil Aqsha, yaitu membangun kuil mitos di atas puing-puing Al-Aqsha.

Sekjen Lembaga Islam-Kristen, Dr. Hana Isa menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera bergerak menghentikan rencana yahudisasi Masjidil Aqsha, dan menghapus symbol Islam kemudian menggantinya dengan symbol yahudi.

LSM menyayangkan sikap diam internasional terkait kebijakan yahudisasi Masjidil Aqsha, dan tak ada upaya menghentikan kejahatan zionis yang menyerbu dan menodai Masjidil Aqsha, serta mendeklarasikan pembagian Al-Aqsha secara terang-terangan.

LSM mengutuk pernyataan Menteri Zionis yang akan menggalang dukungan yahudi untuk membanjiri Masjidil Aqsha, dan melakukan demo guna mengubah realitas di Masjidil Aqsha.

LSM juga mengecam sikap sejumlah partai zionis yang memanfaatkan Masjidil Aqsha sebagai bahan kampanye pemilu, dan menjanjikan kendali penuh bagi warga yahudi.

Pada tahun 2014 lalu, penjajah zionis mengintensifkan serbuan terhadap Masjidil Aqsha, dan berupaya membaginya secara waktu, namun tindakan tersebut mendapat hambatan dari warga Al-Quds dan Palestina 48, serta eskalasi perlawanan menentang penjajah zionis, yang membuatnya mempertimbangkan kembali keputusan yang diambilnya. (qm/infopalestina.com)
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search