Yahudi, Paling Sombong dan Membanggakan Etnisnya

- 2:21 AM
advertise here
advertise here
“Dan bila mereka dikatakan, “Berimanlah kamu kepada apa yang Allah telah turunkan”, maka mereka berkata, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kufur kepada apa yang datang sesudahnya, padahal itulah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, “Tetapi mengapa kamu dahulu membunuh Nabi-Nabi Allah, jika karnu benar orang yang beriman?” (QS. Al-Baqarah:91).

BANGSA Yahudi pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menolak untuk beriman kepada Al Qur’an, dengan dalih, “Kami telah beriman kepada Kitab-Kitab yang di bawa para Nabi Bani Israil, seperti Taurat dan lain-lain.”

Jawaban orang Yahudi ini kemudian dibantah oleh Allah dengan menyuruh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada mereka yang isinya sebagai berikut: “Jika kamu memang benar-benar jujur daiam mengikuti Kitab-Kitab Yang Allah turunkan kepada Nabi-Nabi dahulu, mengapa kamu bunuh mereka?” Padahal agama kamu tidak membenarkan pembunuhan, bahkan pembunuhan dihukum dengan pembunuhan pula, lebih-lebih membunuh Nabi.

Dengan demikian berarti ucapan-ucapan kamu bertentangan dengan kenyataan dan fakta kamu. Bangsa Yahudi yang ada pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dikaitkan dengan perbuatan nenek moyang mereka yang pernah melakukan pembunuhan terhadap Nabi mereka.

Kalau Bangsa Yahudi berani melakukan pembununan terhadap para Nabi, maka tidak heran kalau mereka berani merendahkan dan menghina kaum mukminin. Sebab seseorang yang berani berlaku kurang ajar kepada para Nabi, sudah tentu lebih berani pula berlaku kurang ajar kepada orang-orang mukmin.

Lagipula mereka sombong dan takabur karena nabinya bukan dari golongan Yahudi.
[islampos/Sumber: 76 Karakter Yahudi Dalam Al-Qur’an, Karya: Syaikh Mustafa Al-Maraghi]
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search